Kultum 4 Ramadhan: Mengenal Lukman Al Hakim dan Meneladani 10 Nasihat Lukman Pada Anaknya

 A. Siapa itu Lukman

  Para ulama salaf (ulama generasi terdahulu) mengalami perbedaan pendapat mengenai asal usul Lukman al-Hakim apakah ia seorang nabi ataukah sebatas seorang hamba Allah yang shalih saja . Terhadap kedua pendapat tersebut kebanyakan para ulama salaf setuju kepada pendapat bahwa Lukman al-Hakim adalah seorang hamba yang salih
   Jamaal 'Abdul Rahman mengutip pemaparan Imam Jalalain mengenai Lukman yang diberi gelar al-Hakim sebagai berikut. Lukman al-Hakim adalah seorang laki laki yang dikaruniai hikmah oleh Allah SWT sebagaimana yang disebutkan dalam firman -Nya,

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ{ لقمان:١٢}
Artinya:
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada luqman, yaitu:"bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri ;dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi maha terpuji. (Q.S Luqman /31:12)

Ilustrasi


Hikmah
yang Allah SWT berikan kepadanya antara lain berupa ilmu, agama, benar, dalam ucapan, dan kata kata yang bijaknya. Dia memberi fatwa sebelum Nabi Daud a.s diutus dan sempat menjumpai masanya, lalu menimba ilmu darinya dan (Lukman) meninggalkan fatwanya.

Luqman adalah anak Dari Bau'ra Bin Nahur Bin Tareh, Dan Tareh Bin Nahur merupakan Nama Dari Azar Ayah Nabi Ibrahim A.S.Luqman Hidup Selama 1000 Tahun. Ia Menjadi Guru Nabi Dawud A.S.Sebelum diangkat menjadi Nabi.

 Pekerjaan Luqman pada awalnya adalah tukang kayu, Tukang jahit dan juga menggembala Domba. Ia kemudian diangkat menjadi Qadhi( Hakim). Luqman menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. 

Semua itu Ia terima dengan Ikhlas, karena Ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt. Sebuah kisah Lukman Al- Hakim beserta anaknya yaitu ketika Lukman mengajak anaknya untuk menunggangi seekor Keledai mengelilingi suatu kota. 

Pada suatu hari Lukman bermaksud untuk Memberi Nasihat Kepada Anaknya Maka Ia Pun membawa anaknya menuju suatu kota dengan menggiring seekor keledai ikut berjalan bersamanya. Ketika Lukman dan anaknya lewat kepada seorang lelaki, maka Ia Berkata Kepada keduanya : "Aku sungguh heran kepada kalian, mengapa kedelai yang kalian bawa tidak kalian tunggangi? " Setelah mendengar perkataan lelaki tersebut Lukman lantas menunggangi keledainya dan anaknya mengikutinya sambil berjalan.

Belum berselang lama, dua perempuan menatap heran kepada lukman seraya berkata:"wahai orang tua yang sombong!engkau seenaknya menunggangi keledai sementara engkau biarkan anakmu berlari dibelakangnya bagai seorang hamba sahaya yg hina!" Maka lukman pun membonceng anaknya menunggangi keledai.


Kemudian lukman beserta anaknya yg ia bonceng melewati sekelompok orang yang sedang berkumpul di pinggir jalan, ketika mereka melihat lukman dan anaknya seorang dari mereka berkata:lihatlah!dua orang yg kuat ini sungguh tega menunggangi seekor keledai yg begitu lemah, seolah kedua menginginkan keledainya mati dengan perlahan." Mendengar ucapan itu lukman pun turun dari kedainya dan membiarkan anaknya tetap di atas Keledai.

Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan hingga bertemu dengan seorang lelaki tua. lelaki tua itu kemudian berkata kepada anaknya lukman : "engkau sungguh lancang ! Engkau  tidak malu  menunggangi keledai itu  sementara orang tuamu engkau biarkan  merengkak di belakangmu seolah ia adalah pelayanmu!" Maka ucapan lelaki tua itu begitu membekas pada benak anknya lukman , ia pun bertanya  pada ayahnya : " apakah yang seharusnya kita perbuat hingga semua orang dapat     rilda dengan apa yang kita lakukan dan bisa selamet dari cacian mereka ? " lukman menjawab : "wahai ankku , sesungguhnya aku mengajakmu melakukan perjalanan ini adalah bermaksud untuk menasehatimu , ketahuliah bahwa kita tidak mungkin menjadikan seluruh manusia ridla kepada berbuatan kita , juga kita tidak akan selamat sepenuhnya dari cacian karena manusia memiliki akal yang berbeda beda dan sudut pandang yang tidak sama , maka orang yang berakal ia akan berbuat untuk menyempurnakan kewjibannya dengan tanpa menghiraukan perkataan orang lain. "

   B. Nasihat Lukman kepada Anaknya.
10.Nasihat Lukmanul Hakim kepada Anaknya
 
               Berdasarkan Al-Qur'an Surah Luqman ayat bahwa terdapat sepuluh Nasihat Lukmanul Hakim kepada anaknya. Adapun sepuluh nasihat tersebut dijelaskan sebagai berikut.


         1. Nasihat Agar Tidak Musyrik kepada Allah SWT
                 Disebutkan kisahnya oleh firman Allah SWT,  ( QS.Luqman : 13 ) Artinya : "Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Lukman Hakim berpesan
kepada anaknya sebagai orang yang paling disayanginya dan paling berhak mendapat pemberian paling utama  dari pengetahuannya. Oleh karena itulah lukman dalam nasihat pertamanya berpesan agar anaknya mrnyembah allah semata, tidak mempersekutukan-nya dengan dengan sesuatu pun seraya memperinyatkan kepadanya.syirik disini di ungkapkan dengan perbuatan zalim .mereka mencampur -adukkan imam mereka dengan kezaliman ,yakni dengan kemusyrikan.

2.Nasihat Agar Memegang Teguh Ketauhidan.


Seandainya amal sekecil dzarrah (biji kecil)  itu di bentengi  dan ditutupi berada dalam batu besar yang membisu  atau hilang dan lenyap  di kawasan  langit  dan bumi ,maka sesungguhnya allah swt  pasti akan  membalasnya.

Demikianlah  karena  sesungguhnya  allah pasti akan membalasnya. Demikianlah karena sesungguhnya allah pasti ,tiada sesuatu pun   yang tersembunyi  bagi-nya  dan tiada  sebutir dzarrah pun ,baik yang ada di langit  maupun  bumi, terhalang  dari penglihatan -Nya.Oleh sebab itulah disebutkan  oleh firman-Nya ,(QS. Luqman[31]:13) artinya :"sesungguhnya  allah  maha halus  lagi maha nengetahui "


3.Nasihat agar mendirikan sholat.

Lukman Al hakim terus - menerus memberikan pengarahan kepada anaknya dalam pesan selanjutnya . Kisahnya di sebutkan oleh firman -  nya , ( qs.luqman [31[:17) artinya : "hai anakku , dirikanlah shlat ..."

4. Nasihat agar memiliki kebenarian

memerintah kepada kebaika : pesan lukman al - hakim yang ke empat adalah agar anaknya  memililiki keberanian untuk memerintah manusia untuk berbut baik  . Firman aloh saw , ( qs . Lukqman (31):17) artinya : ..." dan suruhlah ( manusia) mengerjakan yang baik..."

5.Nasihat agar memiliki keberanian mencegah kemungkaran.

Pesan lukman Al hakim adalah agar anaknya memiliki keberanian untuk mencegah orang orang yang berada di sekitanya berbuat kemungkaran . Firman allah swt ( qs . Luqman [31]:17)artinya : ..." dan cegahlah ( mereka ) dari perbuatan yang mungkar ..." terhadap pesan lukman al- hakim yang keempat  dan kelima kepada anaknya di atas , ibnu  katsir memberikan  ke terangan , wa ' mur  bi " l- ma ' ruufi wanha ' ani ' l- mungkar , perintahkanlah perkara yang  baik  dan cegahlah  perkara yang munkar menurut batas kemampuan dan jerih payahmu.

6.Nssihat Agar Bersabar Terhadap Musibah Yang Menimpa.

Pesan Lukman al- hakim yang ke enam adalah agar anaknya bersabar terhadap musibah yang menimpa firman Allah SWT. ( QS. Lukman [31]  17 ) artinya:.... dan bersabarlah terhadap yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal -hal yang diwajibkan ( oleh Allah)
Bersikap sabar dalam menghadapi gangguan manusia termasuk hal- hal yang di wajibkan oleh Allah SWT.

Menurut pendapat lain Lukman memerintahkan kepada anaknya bersabar dalam menghadapi berbagai macam kesulitan hidup di dunia seperti berbagai macam penyakit dan sebagainya dan tidak sampai ketidak sabarannya menghadapi hal tersebut akan menjerumuskann ke dalam perbuatan durhaka terhadap Allah SWT isyarat yang terkandung di dalamnya menunjukkan kepada sikap mengerjakan salat menunaikan amaar ma'ruf dan nyanyi mungkar serta bersabar menghadapi gangguan dan musibah semua nya termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah SWT

7.Nasihat Agar Tidak Bersikap Sombong Terhadap Orang Lain.

Pesan lukman al- hakim yang ke tujuh adalah anaknya jangan memalingkan muka dari manusia karena sombong,merasa diri paling tinggi  derajatnya dari orang lain. Firman allah swt,(QS.Luqman[31]: 18)artinya: “dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karna sombong)...."
   Ash-sha'r artinya berpaling.makna asalnya adalah suatu penyakit yang menyerang tengkuk unta atau bagian kepalanya sehingga persendian lehernya terlepas dari kepalanya ,kemudian diserupakanlah dengan seorang lelaki yang bersikap sombong.

8.Nasihat Agar Tidak Angkuh Dalam Menjalani Hidup.


Berjalan di muka bumi dengan angkuh,ialah cara berjalan dengan langkah yang angkuh dan sombong dan enggan untuk bercampur gaul dengan orang lain(disebabkan kesombongannya itu).Cara berjalan yang maupun khalik (Allah SWT) ataupun makhluk (manusia) sama-sama tidak menyukainya.Cara berjalan yang sombong adalah indikasi akan lupa dirinya seorang hamba kepada Dzat Allah SWT (yang hanya Dia yang berhak untuk sombong)
Manusia menjalani hidup diantaranya dengan berjalan menelusuri relung -relung kehidupan setiap harinya.Lukman al-Hakim mengajarkan kepada anaknya untuk tetap tawadlu'(rendah hati)dan tidak takkabur (sombong) diantaranya dengan menekankan agar dalam cara berjalan tidak berjalan dengan angkuh dan sombong.

9.Nasehat agar menyederharakan cara berjalan.
Pesan lukman al-hakimyang kesembilan adalah agar anaknya menyedarhanakan cara berjalan. Nasehat kesembilan ini berserta nasehat ketujuh, kedelapan dan kesepuluh adalah sama-sama menekankan untuk tidak berlaku sombong dan menanamkan sifat tawadlu'kepada anak.
Setelah lukman al-hakimyang memperingatkan anaknya agar waspada terhadap akhlaq yang tercela dengan nasihat ketujuh dan kedelapan, dia lalu menggambarkan kepadanya akhlaq mulia yang harus di kenakannya.

10.Nasihat agar melunakkan suara
Nasihat Lukman yang terahir kepada anaknya yang terdapat dalam Qur 'an surat Lukman adalah agar anaknya melunakkan suara dalam berbicara dengan orang lain.
Firman Allah SWT,(QS.Luqman [31]: 19) artinya: "…Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguh nya seburuk - buruk suara ialah suara keledai.

Sumber: Buku-buku PAI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel